Monday, 15 October 2012

cara membuat hujan buatan

Cara membuat Hujan Buatan


Sejarah Hujan buatan di dunia dimulai  pada tahun 1946 oleh penemunya Vincent Schaefer dan Irving Langmuir, dilanjutkan setahun kemudian 1947 oleh Bernard Vonnegut.Yang sebenarnya dilakukan oleh manusia adalah menciptakan peluang hujan dan “mempercepat” terjadinya hujan. Nama yang digunakan sebagai upaya “membuat hujan” adalah menjadi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). 
Nah, yang dilakukan oleh manusia pada TMC, adalah “mempengaruhi” proses yang terjadi di awan sebagai “dapur” pembuat hujan. Sehingga mempercepat peluang terjadinya hujan. Bahan untuk “mempengaruhi” proses yang terjadi di awan terdiri dari dua jenis yaitu : 1. Bahan untuk “membentuk” es, dikenal dengan glasiogenik, berupa Perak Iodida (AgI). 
2. Bahan untuk “menggabungkan” butir-butir atmosphere di awan, dikenal dengan higroskopis, berupa garam dapur atau Natrium Chlorida (NaCl), atau CaCl2 dan Urea. 
Di Indonesia, upaya “hujan buatan” ini diperlukan untuk : 
1. Antisipasi Ketersediaan Air, misal pengisian waduk, danau, untuk keperluan atmosphere bersih, irigasi, pembangkit listrik (PLTA). 
2. Antisipasi Kebakaran hutan/lahan, kabut asap
1. Proses Hujan Buatan : 
Sifat awan yang menyebabkan hujan oleh manusia digunakan untuk membuat hujan buatan. Dalam mempercepat hujan, orang memberi zat higroskopis sebagai inti kondensasi (perak dioksida, kristal es, es kering atau CO2 padat). Zat-zat tersebut ditaburkan ke udara dengan menggunakan pesawat terbang. Pembuatan hujan buatan disebut sebagai suatu proses pemodifikasian awan dengan menggunakan bahan-bahan kimia, terutama NaCl (garam dapur).

Kemarau panjang seperti yang kita alami sekarang memerlukan usaha untuk menghadapi tantangan iklim. Kemarau panjang menyebabkan tanah kering, atmosphere sulit diperoleh, sungai mengering sedangkan angin menerbangkan debu-debuan. Tantangan iklim berupa kelangkaan hujan akibat kemarau panjang dapat dilakukan dengan teknologi tinggi berupa hujan buatan. Cara ini tak bisa terus dilakukan sembarangan karena biayanya terlalu mahal. Hujan buatan hanya ditempuh bila keadaan memang keadaan demikian kritis. Apalagi usaha untuk melakukan hujan buatan ini terkadang hasilnya tepat dan terkadang meleset atau tak sesuai dengan yang diharapkan.
Para ahli yang mengetahui terbentuknya awan, terjadinya kondensasi, presipitasi dan lainnya sangat membantu untuk melakukan usaha dan percobaan dalam memodifikasi cuaca untuk mempercepat turunnya hujan. Dalam pembuatan hujan buatan mereka hanya melakukan usaha untuk mendorong dan mempercepat turunnya hujan atau berusaha agar uap atmosphere yang telah ada di udara berkondensasi dengan cepat sehingga pembentukan butir-butir atmosphere dapat segera berlangsung di awan. Pembentukan butir-butir atmosphere tersebut merupakan titik awalnya terjadi hujan.
Usaha ini dilakukan dengan menyebarkan zat kimia atau garam halus ke udara dengan bantuan pesawat terbang. Untuk tahap ini hujan yang diharapkan belum tentu akan turun, karena dilakukan proses lanjutan dengan menyebarkan butir-butiran besar di awan. Butiran tersebut akan bertumbukan dan bergantung dengan butir-butir atmosphere ini akan menjadi berat dan akan meninggalkan awan jatuh sebagai hujan.
Di daerah yang beriklim tropis, awannya dapat digolongkan dalam awan panas. Untuk mempercepat timbulnya hujan hanya dapat dilakukan melalui proses pembentukan awan panas secara alami.
2. Bahan-bahan kimia yang diperlukan 
Untuk mempercepat turunnya hujan buatan dengan memberi zat higroskopis sebagai inti kondensasi. Garam-garaman seperti NaCl dan CaCl2 dalam bentuk bubuk dengan hole 10-50 mikron, ternyata cukup higroskopis jika disebarkan di udara. Garam-garam itu di udara akan berperan sebagai titik pangkal pembentukan uap-uap atmosphere pada awan. Pembentukan butir-butir atmosphere juga dapat dilakukan dengan penyebaran garam-garaman tersebut.
Tindakan selanjutnya dapat digunakan bubuk urea. Penyebaran bubuk urea dilakukan beberapa jam setelah penyebaran garam-garaman tadi atau setelah tumbuh awan-awan kecil secara berkelompok pada beberapa beberapa tempat. Bubuk urea selain dapat membentuk awan lebih lanjut, juga bersifat endotermi (menyerap panas) yang sangat baik bila bereaksi dengan atmosphere atau uap air. Penyebaran bubuk urea di siang hari dapat mendinginkan lingkungan sekitarnya sehingga kelompok-kelompok kecil awan segera bergabung menjadi kelompok-kelompok besar.
Kelompok awan besar biasanya segera terlihat agak kehitam-hitaman artinya awan hujan telah terbentuk. Tindakan berikutnya adalah penyebaran larutan yang berkomposisi air, urea serta amonium nitrat dengan perbandingan 4 : 3 : 1 ke dalam kelompok-kelompok besar awan yang tampaknya hitam. Besarnya larutan yang disebarkan antara 50 u – 100 u dengan menggunakan peralatan mikron atmosphere yang dipasang di pesawat. Larutan ini cukup dingin yaitu sekitar 4° C, yang akan mengikat awan dan mudah meresap ke dalam awan, sehingga dapat mendorong pembentukan butir-butir atmosphere yang lebih besar karena berat butir-butir atmosphere tersebut akan turun dan menimbulkan hujan.
Garam-garaman yang telah disebarkan di udara punya sifat-sifat fisis tertentu, seperti NaCl dan CaCl2 bila bereaksi dengan atmosphere dapat mengeluarkan panas, sedangkan urea dapat menyerap panas. Karena itu waktu disebar di udara akan timbul reaksi sebagai berikut:
NaCl + H2O —- ion-ion + 910 K Cal (eksoterm)
CaCl2 + H2O — ion-ion + 915 K Cal (eksoterm)
Urea + H2O —- ion-ion – 425 K Cal (endoterm)
Sifat garam-garam tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
Sifat NaCl (garam dapur): berbentuk kristal, mudah larut dalam atmosphere (36 g/100 ml atmosphere daripada 20°C), dalam bentuk bubuk bersifat higroskopis, banyak terdapat di udara (dari atmosphere laut), campuran NaCl dengan es cair mencapai -20°C. Sedangkan CaCl2 adalah berbentuk kristal.
Garam dapur yang dimaksud bukanlah garam meja, tetapi adalah garam yang mempunyai sifat higroskopis yang jauh lebih besar daripada garam meja, sehingga garam meja tak dapat digunakan.
3. Perhitungan waktu yang tepat
Sebelum menyebarkan garam-garaman faktor-faktor klimatologi di daerah itu harus diperhitungkan. Penyebaran dilakukan pada ketinggian 4000-7000 kaki, dengan perhitungan faktor arah angin dan kecepatannya yang akan membawa awan ke daerah sasaran. Penyebaran NaCl dan CaCl2 hendaknya dilakukan pada pagi hari sekitar 07.30, dengan perhitungan karena pembentukan awan berlangsung pada pagi hari (dengan memperhatikan terjadinya penguapan).
Penyebaran bubuk urea biasanya dilakukan sekitar pukul 12.00, dengan perhitungan awan dalam kelompok-kelompok kecil telah terbentuk, sehingga memungkinkan penggabungan awan dalam kelompok besar. Kelompok awan besar yang dimaksud yang dasarnya tampak kehitam-hitaman.
Saat awan besar dengan dasar yang kehitam-hitaman terbentuk, sekitar pukul 15.00 dilakukan penyebaran larutan campuran yang telah dikemukakan di atas. Perhitungannya pada jam-jam tersebut awan telah terbentuk.
Perhitungan lainnya yang harus diperhatikan adalah faktor cuaca yang memenuhi persyaratan, yaitu yang mengandung uap atmosphere dengan kelembapan minimal 70%. Kelembapan harus memadai sehingga waktu inti kondensasi (NaCl dan CaCl2) disebarkan akan segera terjadi kondensasi. Kecepatan angin juga di daerah itu sekitar 10 knots dan tak terdapat lapisan inversi di udara.
Jadi kesimpulannya untuk mempercepat turunnya hujan buatan dengan memberi zat higroskopis sebagai inti kondensasi (garam-garaman NaCl dan CaCl2) pada waktu yang tepat.

caara membuat co2 sederhana

Cara Membuat CO2 DIY


Kita sudah tahu bahwa gas CO2 sangat diperlukan bagi tanaman air untuk melakukan proses fotosintesis, disamping butuh cahaya dan pupuk. Dalam membuat CO2 sendiri ada dua bagian yang harus dipersiapkan, yaitu alat dan bahan.
Berikut adalah alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat gas CO2 sendiri :
Alat :
  1. Botol bekas minuman soda atau air mineral ukuran 1500 ml. (digunakan untuk reaktor/bahan baku yang menghasilkan gas CO2)
  2. Botol bekas lain dengan ukuran 500 ml. (digunakan untuk bubble counter / penghitung gelembung / detik yang dihasilkan)
  3. Selang udara +  1 meter.
  4. Lem perekat.
  5. Cutter / gunting.
Bahan :
  1. GulaPutih/Gula Batu/Gula Merah 250 gram.
  2. Ragi instan/Yeast/Ragi tape 1/4 sendok teh.
  3. Air hangat 200 ml.
  4. Air 800 ml.
Cara Membuat :
  1. Lubangi tutup botol ukuran 1500 ml, sebesar ukuran selang udara. Lubangi dengan cutter atau bisa gunakan solder panas. Pada botol reaktor ini cukup satu lubang saja, sebagai jalan keluar gas menuju ke botol buble counter.
  2. Lubangi botol 500 ml, sebesar ukuran selang udara. Pada botol ini lubang dibuat dua, lubang 1 digunakan untuk jalur dari botol reaktor, lubang 2 untuk jalur keluar yang dihubungkan dengan air stone. Lihat gambar berikut :
  3. Untuk  membuat bahan reaktornya, campurkan gula dengan air hangat, aduk hingga gula larut, kemudian tambahkan yeast/ragi instan kedalam larutan gula tersebut. Aduk hingga rata.
  4. Larutan tadi kita masukkan pada botol reaktor 1500 ml. Campur dengan air 800 ml, kocok botol reaktor hingga larutan tercampur.
  5. Pasang tutup botol sperti pada gambar.
  6. Reaktor CO2 bikinan sendiri siap digunakan.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan di dalam membuat tabung reaktor, yaitu pastikan bahwa sudah tidak terjadi kebocoran pada tutup. Karena hal ini sering terjadi. Reaksi bahan kurang lebih 30 – 60 menit setelah pembuatan, untuk menghasilkan gas CO2. Hindari dari terkena sinar matahari secara langsung.
CO2 bikinan sendiri ini mampu menghasilkan gas CO2 selama kurang lebih 30 hari, cocok digunakan untuk aquarium di bawah ukuran panjang 60 cm. Hasil dari fermentasi bisa digunakan untuk pupuk organik. Dengan cara setelah 30 hari cairan sudah mengandung alkohol dan mengandung mikro organisme lokal (MOL), dicampur dengan air dengan perbandingan 1 :15, artinya satu bagian MOL dicampur dengan 15 bagian air. Setelah itu baru disiramkan ke tanah secukupnya, hindari menyiram tanaman pada bagian batangnya. MOL ini hanya cocok untuk tanaman darat bukan untuk tanaman air. selamat mencoba.

Sunday, 14 October 2012

perbedaan darah

perbedaan golongan darah A-B-O-AB
Yang paling disukai untuk jadi teman :

O (orangnya sportif)
A (selalu on time dan persis)
AB (kreatif)
B (tergantung mood)

DALAM HAL KEMAMPUAN INDIVIDUAL :

Yang Paling Banyak Meraih Medali di Olimpiade Olah Raga :

O (jago olah raga)
A (orangnya akurat dan matematis)
B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Tipe ini dimiliki kebanyakan atlit Judo dan renang Jepang)
AB (alergi pada setiap jenis olah raga)

Yang paling banyak jadi direktur dan pemimpin :

O (karena berjiwa leadership dan problem-solver)
A (karena berkepribadian tekun dan teliti)
B (karena sensitif dan mudah ambil keputusan)
AB (karena kreatif dan suka ambil resiko)

DALAM HAL KESEHATAN :

Yang paling panjang umur :

O (tidak gampang stress, antibodinya paling baik)
A (hidup teratur)
B (mudah cari kompensasi stress)
AB (amburadul)

Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunkan :

B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
O (baru tidur kalau benar-benar capek dan membutuhkan)

Yang paling gampang flu/demam/batuk/ pilek :

A (lemah terhadap virus dan penyakit menular)
AB (lemah terhadap non higienis)
O (makan apa saja enak atau nggak enak)
B (makan, tidur nggak teratur)

Penyakit yang mudah menyerang :

A (stress, pusing)
B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)

Saturday, 13 October 2012

cara memper cepat modem smartfren agar stabil

Hampir semua jenis modem memiliki keunggulan namun pada kenyataannya tidak seperti yang dipromosikan sehingga kita tertarik untuk membelinya. Kendala yang dihadapi adalah kecepatan koneksi internet yang kita terima tidak sebanding dengan kecepatan yang diumumkan oleh perusahaan modem tersebut. Bagaimanakah solusi untuk memecahkan hal ini?

Kali ini saya akan memberikan sedikit tips pengaturan DNS Server untuk setting modem smartfren agar lebih cepat koneksinya. Simak cara setting modem smartfren berikut ini :

1. Pasang modem ke PC / Laptop anda.
2. Setelah muncul aplikasi smartfren, pilih setting.
3. Untuk modem terbaru smartfren, kamu diberikan pilihan untuk menggunakan opsi Smart (kalau kamu pake kartu smart) dan Mobile-8 (kalau kamu pake kartu Smartfren). Nah, disini, kamu bikin konfigurasi baru dengan menekan tombol “New”. Lalu isikan seperti gambar dibawah ini.





4. Setelah itu klik OK.
5. Pilih Koneksi dengan setting tadi yang telah kita buat.

Disini, saya menggunakan DNS gratis dari OpenDNS.Kebanyakan dari setiap orang adalah menggunakan Google DNS.Namun, beberapa orang mengatakan bahwa OpenDNS lebih cepat dari pada Google DNS. Berikut adalah DNS gratis yang bisa kamu pakai untuk membuat browsing modem atau router lebih cepat.

Google
Google public dns server IP address:

    8.8.8.8
    8.8.4.4

OpenDNS
OpenDNS free dns server list / IP address:

    208.67.222.222
    208.67.220.220

Dnsadvantage
Dnsadvantage free dns server list:

    156.154.70.1
    156.154.71.1

Norton
Norton free dns server list / IP address:

    198.153.192.1
    198.153.194.1

ScrubIt
Public dns server address:

    67.138.54.100
    207.225.209.66

Selamat mencobanya ya teman-teman, jika Ada pertanyakan silakan komentar.
Terimakasih.

hasil yang saya